Skip to content

Baca Novel Singkat Di sini

Menu
  • Home
  • Pilihan Novel
    • Romansa
    • Fiksi Ilmiah
    • Petualangan
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Terms and Conditions
Menu

Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 6

Posted on August 13, 2026

Ruang makan itu hening total, hanya suara detak jam dinding besar yang terdengar memecah kesunyian yang mencekam. Alvaro perlahan menoleh ke arah ibunya, matanya menatap penuh tuntutan yang tak terucap namun begitu jelas terbaca.

“Katakan itu tidak benar, Ma,” suara Alvaro bergetar, antara berharap dan sudah mulai menduga kebenaran pahit yang akan segera terungkap. “Katakan Melati salah.”

Ibu Endang duduk membeku, tangannya masih mencengkeram tepi meja, wajahnya yang biasa penuh kendali kini runtuh oleh beban rahasia yang telah ia sembunyikan bertahun-tahun. Beberapa detik berlalu dalam keheningan menyiksa sebelum akhirnya ia berbicara, suaranya nyaris berbisik.

“Saya melakukannya untuk melindungimu, Alvaro,” kata Ibu Endang akhirnya, air mata mulai menggenang di matanya—untuk pertama kalinya Kirana melihat wanita tegas itu menunjukkan kerapuhan yang sesungguhnya. “Waktu itu, keluarga kita sedang dalam negosiasi merger besar dengan keluarga relasi bisnis penting. Mereka mensyaratkan pernikahan antara kamu dengan anak perempuan mereka sebagai bagian dari kesepakatan. Jika kamu tetap bersikeras menikah dengan Melati, seluruh merger itu akan gagal, dan perusahaan kita bisa kolaps.”

“Jadi Mama menghancurkan hidup Melati dan keluarganya, hanya demi kesepakatan bisnis?” suara Alvaro meninggi, amarah yang selama ini terpendam akhirnya meledak. “Mama tahu betapa saya mencintainya, dan Mama tega merekayasa tuduhan palsu yang menghancurkan nama baik keluarganya?”

“Aku tidak menyangka tuduhan itu akan berdampak sebesar itu,” Ibu Endang mencoba membela diri, suaranya penuh penyesalan yang terlambat. “Aku hanya berpikir cukup untuk membuat kalian berpisah sementara. Aku tidak tahu ayah Melati akan sampai jatuh sakit karena malu, atau keluarganya harus pindah dan kehilangan segalanya.”

Melati, yang sejak tadi menahan emosi dengan susah payah, akhirnya tak bisa lagi membendung air matanya. “Ayah saya meninggal dua tahun lalu, Bu Endang. Meninggal dengan hati yang masih menanggung malu atas tuduhan yang tidak pernah ia lakukan. Apa Ibu tahu rasanya melihat orang tua sendiri mati membawa aib yang bukan miliknya?”

Kirana yang duduk di samping Alvaro merasakan hatinya teriris mendengar pengakuan menyakitkan itu. Ia mulai memahami bahwa dirinya, tanpa sadar, telah terseret ke dalam pusaran konflik keluarga yang jauh lebih besar dan lebih menyakitkan dari yang pernah ia bayangkan.

“Dan sekarang saya paham juga kenapa Ibu memilih saya sebagai menantu,” Kirana akhirnya angkat bicara, suaranya tegas meski hatinya bergetar. “Saya juga dari desa, sama seperti Melati. Ibu berharap dengan menikahkan Alvaro pada perempuan sederhana seperti saya, itu bisa menjadi semacam… penebusan diam-diam atas kesalahan Ibu di masa lalu? Sekaligus memastikan Mas Alvaro tidak akan pernah bisa mencari Melati lagi karena sudah terikat pernikahan?”

Ibu Endang menunduk, tak sanggup menatap siapa pun di ruangan itu, namun keheningannya sudah menjadi jawaban yang jelas atas pertanyaan Kirana.

“Aku hanya ingin memperbaiki kesalahanku dengan caraku sendiri,” bisik Ibu Endang lirih. “Aku pikir jika Alvaro punya kehidupan baru yang tenang dengan perempuan baik seperti Kirana, dia bisa melupakan masa lalu dan akhirnya bahagia. Aku tidak pernah menyangka Melati akan kembali secepat ini, dengan cara seperti ini.”

Alvaro berdiri dari kursinya, tubuhnya gemetar menahan emosi yang campur aduk antara amarah, kesedihan, dan kebingungan luar biasa. Ia menatap ibunya, lalu Melati, lalu akhirnya Kirana yang duduk diam menyaksikan seluruh drama keluarga yang begitu rumit ini terungkap di depan matanya.

“Saya butuh waktu sendiri,” kata Alvaro akhirnya, suaranya lelah dan penuh beban. “Semua ini terlalu banyak untuk dicerna sekaligus.”

Ia berjalan keluar ruang makan, meninggalkan ketiga perempuan yang masing-masing memiliki peran berbeda dalam kisah rumit yang telah membentuk hidupnya. Melati, dengan mata masih berkaca-kaca, akhirnya juga berdiri, memberi hormat singkat pada Ibu Endang sebelum berbalik menatap Kirana dengan ekspresi yang sulit diartikan—bukan permusuhan, namun juga bukan simpati sepenuhnya.

“Saya tidak datang untuk merebut kembali Alvaro, kalau itu yang kamu khawatirkan,” kata Melati pada Kirana sebelum pergi, suaranya sudah lebih tenang meski masih menyimpan kepahitan. “Saya hanya ingin kebenaran terungkap, dan keadilan untuk keluarga saya yang telah dihancurkan tanpa alasan yang benar. Apa yang terjadi setelah ini antara kamu dan Alvaro, itu murni pilihan kalian berdua.”

Setelah Melati pergi, Kirana duduk sendirian di ruang makan yang kini sunyi, pikirannya dipenuhi kekacauan emosi. Ia mencari Alvaro ke seluruh penjuru rumah, namun tidak menemukannya di kamar maupun ruang kerjanya. Akhirnya, ia menemukan suaminya duduk sendirian di taman belakang, tempat yang sama di mana Bi Inem pertama kali menceritakan kisah masa lalunya.

Kirana mendekat perlahan, duduk di sebelah Alvaro tanpa berkata apa-apa, membiarkan keheningan menjadi bentuk dukungan yang paling tulus yang bisa ia berikan. Setelah beberapa menit berlalu, Alvaro akhirnya bicara, suaranya lebih tenang meski masih menyimpan kelelahan emosional yang mendalam.

“Kamu tahu apa yang paling menyakitkan?” katanya pelan, menatap kolam kecil di depan mereka. “Bukan hanya karena ibu saya berbohong selama bertahun-tahun. Tapi karena saya menyadari, selama ini saya terlalu sibuk menyalahkan Melati karena menghilang, tanpa pernah benar-benar mencari kebenaran yang sesungguhnya. Saya terlalu pengecut untuk menggali lebih dalam.”

“Kamu bukan pengecut, Mas,” kata Kirana lembut, menatap Alvaro dengan tulus. “Kamu hanya korban dari kebohongan yang dirancang dengan sangat rapi oleh orang yang seharusnya paling kamu percaya.”

Alvaro menoleh menatap Kirana, matanya penuh dengan kelelahan namun juga sesuatu yang baru—rasa syukur yang tulus atas kehadiran perempuan yang, meski awalnya dipaksakan menjadi bagian hidupnya, ternyata menjadi satu-satunya orang yang berdiri di sampingnya tanpa syarat di tengah kekacauan keluarga ini.

“Terima kasih sudah tetap di sini,” kata Alvaro pelan, “meski kamu punya semua alasan untuk pergi setelah mendengar semua ini.”

Kirana tersenyum kecil, meski hatinya sendiri masih menyimpan kegelisahan tentang masa depan pernikahan mereka yang penuh kerumitan ini. “Kita berdua sama-sama terjebak dalam rencana orang lain, Mas. Tapi mungkin, dari kekacauan ini, kita bisa menemukan sesuatu yang benar-benar nyata—bukan lagi paksaan, tapi pilihan.”

Malam itu, untuk pertama kalinya sejak pernikahan mereka, Alvaro dan Kirana duduk berdampingan dalam diam yang terasa nyaman, bukan lagi canggung seperti dua orang asing, melainkan dua jiwa yang mulai saling memahami luka masing-masing.

LANJUT BAB 7

1 thought on “Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 6”

  1. Pingback: Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 5 - Baca Novel Singkat Di sini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Novel Terbaru

  • Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 7
  • Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 6
  • Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 5
  • Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 4
  • Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 3

Arsip

  • August 2026
  • May 2026
  • December 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025

Kategori

  • Fiksi Ilmiah
  • Petualangan
  • Romansa

Tentang Kami

Tentang Kami

aksi cinta dan kehilangan cinta dan pengorbanan Cinta dan Takdir cinta lintas dimensi cinta pertama cinta segitiga cinta sejati Cinta Terlarang cinta yang terlupakan dunia paralel Eksperimen Rahasia identitas ganda Ilmuwan kehilangan kisah cinta kisah cinta emosional kisah cinta menyedihkan kisah cinta sedih kisah cinta tragis konspirasi Menantu Pesanan Sang Konglomerat Misteri novel emosional novel fiksi ilmiah Novel Romantis Novel Singkat Istri Bayaran Sang Direktur pengkhianatan Pengorbanan Pengorbanan Cinta penjaga waktu perjalanan waktu Petualangan realitas paralel reinkarnasi romansa Romansa Cinta romansa tragis Romantis Romantis gelap romantis tragis teknologi canggih thriller thriller psikologis Thriller Waktu

Genre Favorit

  • Fiksi Ilmiah
  • Petualangan
  • Romansa
©2026 Baca Novel Singkat Di sini | Design: Newspaperly WordPress Theme