Skip to content

Baca Novel Singkat Di sini

Menu
  • Home
  • Pilihan Novel
    • Romansa
    • Fiksi Ilmiah
    • Petualangan
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Terms and Conditions
Menu

Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 4

Posted on August 13, 2026

Kirana tergagap, buru-buru meletakkan album itu kembali ke dalam kotak. “Maaf, Mas. Saya tidak bermaksud menggeledah barang pribadi. Saya hanya… penasaran dengan rumah ini.”

Alvaro melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan suara berdebam pelan. Ia berdiri diam sejenak, matanya menatap kotak yang berisi album foto itu, seolah sedang berperang dengan dirinya sendiri antara ingin marah atau justru membiarkan luka lama itu akhirnya terbuka.

“Kamu sudah tahu, ya?” tanya Alvaro akhirnya, suaranya lebih lunak dari yang Kirana duga, meski masih menyimpan kepahitan. “Tentang Melati.”

Kirana mengangguk pelan, memutuskan untuk jujur sepenuhnya. “Bi Inem cerita sedikit. Dan saya menemukan foto ini secara tidak sengaja.” Ia menarik napas, memberanikan diri bertanya hal yang sejak semalam mengganggu pikirannya. “Mas, saya harus tanya sesuatu. Apa benar saya dipilih jadi menantu karena… karena saya mengingatkan Ibu Endang pada Melati? Karena saya juga dari desa?”

Alvaro terdiam lama, rahangnya mengeras menahan emosi. Ia berjalan ke jendela, menatap keluar dengan pandangan kosong sebelum akhirnya bicara, suaranya pelan namun penuh kepahitan yang terpendam bertahun-tahun.

“Saya tidak tahu pasti alasan ibu saya,” katanya jujur. “Tapi yang saya tahu, lima tahun lalu, saya benar-benar mencintai Melati. Kami bertemu waktu kuliah, dia gadis paling tulus yang pernah saya kenal—tidak peduli dengan uang atau status keluarga saya, hanya mencintai saya apa adanya.”

Ia berhenti sejenak, menahan getar dalam suaranya. “Ibu saya tidak pernah setuju. Dia bilang Melati tidak sederajat, akan mempermalukan keluarga. Saya melawan, bersikeras akan tetap menikahi Melati apa pun yang terjadi. Tapi kemudian tiba-tiba muncul tuduhan bahwa keluarga Melati terlibat penggelapan dana. Semua bukti seolah begitu kuat, sampai saya sendiri sempat ragu pada Melati. Sebelum saya sempat mencari kebenaran sesungguhnya, keluarganya sudah pindah entah ke mana, dan Melati menghilang tanpa sepatah kata pun.”

Kirana mendengarkan dengan hati teriris, mulai memahami kedalaman luka yang selama ini disembunyikan Alvaro di balik sikap dinginnya. “Apa Mas pernah mencoba mencarinya lagi?”

“Berkali-kali,” jawab Alvaro getir. “Tapi seperti dia sengaja menghilang dari muka bumi. Setelah beberapa tahun, saya menyerah, dan mulai menutup diri dari semua kemungkinan mencintai siapa pun lagi. Sampai kemudian ibu saya tiba-tiba mengatur pernikahan ini tanpa persetujuan saya.”

Untuk pertama kalinya sejak pernikahan mereka, ada momen kejujuran yang tulus di antara mereka berdua—bukan lagi sebagai suami istri yang dipaksakan, melainkan dua orang yang sama-sama terluka oleh keputusan orang lain atas hidup mereka sendiri.

“Saya juga tidak menginginkan pernikahan ini pada awalnya,” kata Kirana pelan, menatap Alvaro dengan tulus. “Tapi saya di sini bukan untuk menggantikan siapa pun, Mas. Saya juga korban dari situasi yang sama seperti Mas—dipaksa oleh keadaan.”

Alvaro menatap Kirana lama, ekspresinya melunak untuk pertama kalinya sejak pernikahan mereka dimulai. Ada sesuatu dalam ketulusan Kirana yang membuat dinding pertahanannya perlahan mulai retak. “Terima kasih sudah jujur,” katanya akhirnya, suaranya lebih hangat dari sebelumnya. “Mungkin… kita bisa mulai dari awal. Bukan sebagai pasangan yang dipaksakan, tapi setidaknya sebagai teman yang saling memahami situasi masing-masing.”

Kirana tersenyum kecil, merasakan sedikit kelegaan setelah ketegangan berhari-hari yang mereka rasakan. Untuk pertama kalinya, ada harapan kecil bahwa pernikahan yang dipaksakan ini mungkin bisa berjalan lebih baik dari yang mereka bayangkan.

Namun kedamaian rapuh itu tidak berlangsung lama. Malam itu juga, Ibu Endang tiba-tiba mengumpulkan seluruh anggota keluarga di ruang makan besar, wajahnya tegang dengan aura kepanikan yang jarang sekali ia tunjukkan.

“Ada tamu penting yang akan datang makan malam besok,” kata Ibu Endang, suaranya berusaha terdengar tenang namun matanya menyiratkan kegelisahan yang dalam. “Perwakilan dari Melati Capital, perusahaan investasi yang belakangan aktif membeli saham beberapa anak perusahaan kita.”

“Kenapa ibu terlihat begitu cemas hanya karena tamu bisnis biasa?” tanya Alvaro curiga, memperhatikan perubahan sikap ibunya yang tidak biasa.

Ibu Endang terdiam sejenak, tangannya sedikit gemetar memegang gelas air di depannya, sebelum akhirnya menjawab dengan suara yang nyaris tak terdengar.

“Karena pemilik perusahaan itu… adalah Melati.”

Ruang makan itu mendadak sunyi senyap. Wajah Alvaro seketika pucat pasi, matanya membeliak tak percaya mendengar nama yang selama lima tahun terakhir tak pernah lagi ia dengar diucapkan secara terbuka di rumah ini. Kirana yang duduk di samping Alvaro merasakan tangan suaminya mengepal erat di bawah meja, tubuhnya menegang oleh gejolak emosi yang sulit ia sembunyikan. Melati—cinta pertama Alvaro yang dulu direnggut paksa oleh keluarga ini—akan datang esok malam, bukan sebagai gadis desa yang dulu diusir dengan penuh penghinaan, melainkan sebagai pemilik perusahaan investasi yang kini memegang kendali atas sebagian besar saham kerajaan bisnis keluarga Kusumo.

LANJUT BAB 5

1 thought on “Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 4”

  1. Pingback: Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 3 - Baca Novel Singkat Di sini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Novel Terbaru

  • Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 7
  • Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 6
  • Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 5
  • Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 4
  • Menantu Pesanan Sang Konglomerat Bab 3

Arsip

  • August 2026
  • May 2026
  • December 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025

Kategori

  • Fiksi Ilmiah
  • Petualangan
  • Romansa

Tentang Kami

Tentang Kami

aksi cinta dan kehilangan cinta dan pengorbanan Cinta dan Takdir cinta lintas dimensi cinta pertama cinta segitiga cinta sejati Cinta Terlarang cinta yang terlupakan dunia paralel Eksperimen Rahasia identitas ganda Ilmuwan kehilangan kisah cinta kisah cinta emosional kisah cinta menyedihkan kisah cinta sedih kisah cinta tragis konspirasi Menantu Pesanan Sang Konglomerat Misteri novel emosional novel fiksi ilmiah Novel Romantis Novel Singkat Istri Bayaran Sang Direktur pengkhianatan Pengorbanan Pengorbanan Cinta penjaga waktu perjalanan waktu Petualangan realitas paralel reinkarnasi romansa Romansa Cinta romansa tragis Romantis Romantis gelap romantis tragis teknologi canggih thriller thriller psikologis Thriller Waktu

Genre Favorit

  • Fiksi Ilmiah
  • Petualangan
  • Romansa
©2026 Baca Novel Singkat Di sini | Design: Newspaperly WordPress Theme